Kurniawati (190710101222)

Perkembangan Nasionalisme dan Pancasila pada Masa Pra-Kemerdekaan dan Masa Kemerdekaan

Resume Presentasi (13 Maret 2020) + Materi Pelengkap

MASA PRASEJARAH (Kelompok 1)

            Terdapat 4 zaman yang mewakili perkembangan Nasionalisme yang ada di Indonesia yaitu:

1. Zaman Perintis (1908-1927)
         ↳ Zaman dimana bangkitnya semangat kebngsaan melalui organisasi-organisai pengerak dimulai atau dirintis.
 (20 Mei 1908, Yogyakarta) Budi Utomo .
pelopor pembentukan organisasi adalah Dr. Wahidin Sudiro Husodo dan didirikan oleh Dr, Suromo dan Dr. Gunawan Mangunkusumo yang bertujuan mengangkat derajat negara dan bangsa Indonesia                      


(1911, Surakarta) Serikat Islam.
merupakan persatuan dagang ,yang mengganti namanya menjadi Serikat Islam pada 1912, bergerak dibidang ekonomi, guna membangun kesadaran bangsa, dipimpin H.Umar Said Tjokroaminoto dan H. Agus Salim kemudian menjadi partai politik.

(18 November 1912, Yogyakarta) Muhammadiyah
didirikan oleh Kiai Dahlan, yang berbasis Agama Islam dan bergerak dalam bidang Pendidikan, Pengajaran dan Sosial.
(Materi Pelengkap)

(25 Desember 1912, Bandung) Indische Partij
didirikan oleh 3 serangkai Dr. Douwes Dekker, Dr. Tjipto Managunkusumo, Ki Hjar Dewantara yang bertujuan menuntut kemerdekaan, yang mengakibatkan pada tahun 1913 ketiga diasingkan, hingga tahun 1918 dibebaskan, pada tahun 1919 Dr. Douwes Dekker membentuk National Indische Partij yang dibubarkan tahun 1923.

(20 Juli 1913, Jakarta) Paguyuban Pasundan
salah satu patai politik , yang berkembang pesat pada masa kepemimpinan Oto Iskandar Dinata.
(Materi Pelengkap)


(9 Mei1914) Indische Sociaal-Democratische Partij (I.S.D.P). 
didirikan oleh Sneevliet , partai yang membawa pengaruh Komunis dan dibubarkan pada Tahun 1918 dan Seevliet di deportasi dari Indonesia. (Materi Pelengkap)

(18 Mei 1918, Jakarta) Volksraad / Dewan Rakyat
merupkan sejenis parlemen yang dibentuk pemerintah Belanda,dan Pribumu tidak memiliki kekuatan apapun didalamnya. karena anggotanya dipilih oleh Pemerintah Hindia Belanda. 
(Materi Pelengkap)



            2. Masa Penegas (1927-1938)

                  ↳ Masa mulai ditegaskannya semangat kebangsaan pada diri bangsa Indonesia yang ditandai dengan adanya peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Masyarakat Indonesia yang beraneka ragam, melalui Sumpah Pemuda tersebut menyatakan diri sebagai satu bangsa yang memiliki satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia.

(4 Juli 1927, Bandung) Partai Nasional Indonesia.
didirikan oleh Ir. Soekarno yang yang berbasis Nasionalisme, yang dinggap partai Non Koopratif oleh Belanda. yang bertujuan memerdekaan Indonesia dan menjadi negara berdaulat.
(Materi Pelengkap)

(17-18 Agustus 1927, Bandung) Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia/ PPPKI.
yang anggotanya adalah 
Budi Utomo, P.S.I.I,. Paguyuban Pasundan, Indonesische Studie Club Surabaya, P.N.I., Serikat Sumatera dan Kaum Betawi. Sebagai Ketua,dipilih Ir. Soekarno.
(Materi Pelengkap)

(27-28 Oktober 1928, Jakarta) Sumpah Pemuda.
persatuan para peemuda yang kengadakan kongres  yang menghasilakan Ikrar "sumpah pemuda" dan untuk pertama kalinya lagu kebangsaan di kumandangkan , 

(30 April 1931) Partindo.
merupakan partai pecahan PNI yang didirikan Sartono , yang bertujuan memerdekaan indonesia, namun akibat adanya krisis dunia yang juga berdampak pada partai-partai di Indonesia , kemudian partai ini tidak beroprasi lagi pada tahun 1937. (Materi Pelengkap)

(1935, Surakarta) Parindra.
Pemimpin-pemimpin Parindra lainnya ialah Mh. Husni Thamrin, Sukardjo Wirjopranoto dan Wurjaningrat.merupakan partai yang koopratif pada pemerintah. (Materi Pelengkap)

          
               3. Zaman Pencoba (1938-1942)
                      ↳ Melalui organisasi pergerakan, bangsa Indonesia mencoba meminta kemerdekaan dari Belanda. Organisasi-organisasi pergerakan yang tergabung dalam GAPI (Gabungan Politik Indonesia) tahun 1938 mengusulkan Indonesia Berparlemen. Tetapi, perjuangan menuntut Indonesia merdeka tersebut belum berhasil. (Materi Pelengkap)


(24 Mei 1937, Jakarta) Gerindo/ Gerakan Rakyat Indonesia.dipimpin oleh Mr. Amir Sjarifuddin, Mr. Sartono, Dr. Adnan Kapau Gani dan Mr. Muh Yamin. yang mengajukan pemintaan dan pemorhonan agar indonesia diberikan kemerdekaan tanpa paksaan. (Materi Pelengkap)

(29 Mei 1939) Gabungan Politik Indonesia (Gapi).
pimpinan Abikusumo Tjokrosujoso. Mh. Husni Thamrin dan Mr. Amir Sjarifuddin. Gapi menuntut Indonesia berparlemen, menuntut parlemen yang sesungguhnya, bukan parlemen seperti Dewan Rakyat itu.
 (Materi Pelengkap)

(Mei 1940) Perang pasifik dan sikap bangsa kita.Belanda diduduki oleh tentara fasis Hitler. Tidaklah mengherankan bahwa bangsa kita pada umumnya bersikap masa bodo terhadap bangsa Belanda, juga serangan armada jepang ke Pearl Herbour 8 Desember 1941. (Materi Pelengkap)


          4.  Zaman Pendobrak (1942-1945)
                       ↳ Semangat dan gerakan nasionalisme Indonesia pada masa ini telah berhasil mendobrak belenggu penjajahan dan menghasilkan kemerdekaan yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.(Materi Pelengkap)

➽➽Font ABCD.
yatu perang antara font Amerika, Britain, China, Dutch, pasukan Belanda KNIL sama sekali tidak berdaya  melawan jepang dan satu persatu wilayah jajahan belanda jatuh ke tangan jepang,hingga armada laut belanda di binasakan seluruhnya, Filipina dan malaysia jatuh ketangan jepang.(Materi Pelengkap)

➽➽Belanda Menyerah.1 Maret 1942 tentara Jepang mendarat di Merak (Banten), didekat Indramayu dan Rembang. Tentara Hindia-Belanda tidak mengadakan perlawanan yang berarti, tapi melarikan diri ke pedalaman. Pada tanggal 8 Maret 1942 pemerintah Hindia-Belanda dibawah kepemimpinan Tjarja dan Ter Poorten menyerah tanpa syarat kepada tentara Jepang.(Materi Pelengkap)

➽➽Gerakan tiga-A dan pusat tenaga takyat (Putra).
jepang  menyatakan akan memerdekakan indonesia, dengan membebaskan bebeapa tokoh penting, 
tahun 1942 Jepang di Jawa melancarkan propagannda Gerakan Tiga-A. Slogan propaganda itu ialah, Nippon Pemimpin Asia, Nippon Pelindung Asia, Nippon Cahaya Asia.pada tahun 1943 Gerakan Tiga-A dibubarkan. Lalu atas anjuran Jepang, didirikanlah Putera (Pusat Tenaga Rakyat) yang menggabungkan semua pemimpin politik kita. Pemimpin-pemimpin dari dari Putera adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, ki Hadjar Dewantara dan Kiai H.(Materi Pelengkap)


➽➽Gerakan pemuda tahun 1943 dengan Ir. Soekarno pribadi sebagai pelopornya, dicobalah membangun gerakan pemuda baru : Gempar. Keluar  berarti Gemblengan Pemuda Asia Raya, sebagai selimut agar tidak mendapat rintangan dari Jepang. Tetapi arti sebenarnya adalah Gemblengan Pemuda Rakyat. Tujuannya adalah memelopori dan merintis perjuangan bangsa, dengan bekerja sama dengan Putera. Akan tetapi Jepang dengan cepat mengetahui tujuan Gempar, lalu melarangnya.



MASA KEMERDEKAAN (kelompok 2)

   1. Pembentukan BPUPKI
◼️ (1 Maret 1945) panglima tentara ke-16 Letnan Jenderal Kumakichi Harada mengumumkan dibentuknya suatu Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan.

◼️ (29 April 1945). Sebagai ketua BPUPKI adalah dr. Rajiman Wedyodiningrat dan BPUPKI yang     berjumlah 67 orang.
◼️ (28 Mei 1945) uapacara peresmian dihadiri oleh seluruh anggota dan dua pembesar Jepang yaitu Jenderal Itagaki (Panglima Tentara Wilayah ke-7 yang bermarkas di Singapura dan membawahi tentara-tentara yang bertugas di Indonesia) dan Panglima tentara ke-16 yang baruyaitu Letnan Jenderal Nagano. Sidang-sidang yang dilaksanakan BPUPKI.
◼️ (29 Mei -1 Juni 1945) Sidang 1 :
Hasil sidang I ini yaitu membahas rumusan dasar filsafat bagi negara Indonesia merdeka
◼️ (29 Mei 1945) Mr. Muh. Yamin mengusulkan lima asas dan dasar negara Indonesia
◼️ (1 Juni 1945) Ir. Sokarno mengucapkan pidato tentang lima asas yang dikenal dengan istilah Pancasila.
◼️ (22 Juni 1945), sembilan orang anggota yaitu Ir. Sukarno, Drs. Moh. Hatta, Moh. Yamin, Ahmad Subarjo, A.A. Maramis, Abdulkahar Muzakir, Wachid Hasyim, Agus Salim dan Abikusno Cokrosuyoso membentuk panitia kecil yang merumuskan asas dan tujuan negara Indonesia merdeka. Rumusan itu dikenal dengan nama Piagam Jakarta yang kelak setelah mengalami sedikit perubahan ketika dijadikan Pembukaan UUD 1945.
◼️(10-17 Juli 1945) Sidang II
Sidang BPUPKI ke-2 ini merupakan kelanjutan sidang panitia kecil. Hasil sidang yaitu membahas rancangan hukum dasar yang nantinya setelah Indonesia merdeka disahkan menjadi UUD 1945.

  2. Pembentukan PPKI

◼️ (7 Agustus 1945) BPUPKI dibubarkan dan diganti dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau disebut Dokuritsu Junbi Inkai yang diketuai Ir. Sukarno
◼️ (6 Agustus 1945)  kota Hiroshima dibom oleh Sekutu.
◼️ (9 Agustus 1945)  kota Nagasaki dibom oleh Sekutu lagi
◼️ (15 Agustus 1945), Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu, dengan demikian berakhirlah Perang Pasifik. Bersamaan itu pula ketiga pemimpin yang pergi ke Dalath telah kembali ke tanah air.

  3. Peristiwa Rengasdenglok

◼️ (16 Agustus 1945 pukul 03.00. WIB), Soekarno dan Hatta dibawa ke rrengasdengklok, karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, namun Soekarno tetap tidak mau mempolamasikan di tanggal 16 agustus.
◼️  (17 Agustus 1945) pernyataan proklamasi dikumandangkan dengan teks proklamasi kemerdekaan indonesia yang diketik oleh Sayuti Melik menggunakan mesin ketik yang "dipinjam" (tepatnya sebetulnya diambil) dari kantor Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jerman, Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler.

  




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Civil Law ,Common Law, Hukum Islam, dan Hukum Adat dalam Sistem Hukum di Indonesia